Headlines

Foto : Prosesi Penjemputan Patung Bunda Maria di Moanemani Dogiyai

Posted by Unknown | Wednesday, 18 May 2016 | Posted in , , , ,







Seminar dan Diskusi NOKEN: Sejarah dan Budaya

Posted by Unknown | Saturday, 7 May 2016 | Posted in , ,


Seminar dan Diskusi NOKEN: Sejarah dan Budaya



Seminar dan Diskusi NOKEN: Sejarah dan Budaya


Sabtu, 7 Mei 2016
Pk 15.00 di Ark Galerie
Jl. Suryodiningratan 36 A
Yogyakarta



Pendaftaran: Arsita 081804056913 (sms/whatsapp/telp)


Pembicara: 
1. Paskalena Daby
2. Emanuel Gobay, SH - Bang Edo (LBH Yogyakarta)

Seminar dan diskusi ini adalah bagian dari rangkaian acara BARA NYALA MAMA MAMA, pameran tunggal seniman Moelyono yang berkolaborasi dengan Paskalena Daby dan Benny Wicaksono. 

Dalam seminar ini kedua pembicara akan mempercakapkan lebih jauh tentang NOKEN. Paskalena Daby akan berbicara mengenai noken dari sisi sejarah dan hubungannya dengan perempuan Papua dan Emanuel Gobay akan membicarakannya dari sisi budayanya. 

Paskalena perempuan muda Papua yang aktif dalam berbagai isu aktivisme dan isu perempuan Papua. Emanuel Gobey adalah putra papua yang saat ini bekerja di LBH (Lembaga Bantuan Hukum)Yogyakarta.

Bara Nyala Mama Mama merupakan kisah tentang perjuangan dan penghidupan mama mama Papua dalam menjaga tanah dan bumi, dalam kacamata seniman dan aktivis Moelyono. Sekitar tahun 2005 – 2015, melalui aktivitas sosialnya yang terutama berbasis pada pendidikan, Moelyono menyusur desa-desa di Papua yaitu di wilayah Kerom, Wamena di daerah Kurulu dan Kurima, Jayapura, Abepura, Sentani dan bertemu dengan para mama—yang ia sebut sebagai pendekar bumi. Dari mama-mama inilah kemudian Moelyono mempelajari sejarah dan filosofi noken, dan bagaimana ia menjadi bagian penting dalam narasi perjuangan perempuan Papua dalam situasi sosial politik yang kompleks.

Moelyono tinggal dan berkarya di Tulungagung, Jawa Timur. Ia adalah seniman lulusan Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, yang kemudian banyak bergelut dalam dunia pergerakan dan aktivisme. Ia menjadi bagian dari gerakan buruh bersama Marsinah, gerakan pro-demokrasi bersama aktivis Salatiga dan beberapa seniman seperti Widji Tukul dan lainnya. Ia merupakan salah satu pelopor dari seni-seni berbasis pemberdayaan masyarakat dengan menyebut aktivitasnya sebagai “Guru Gambar”. Pada tahun 1990an dan 2000an, ia aktif memamerkan karyanya di berbagai pameran internasional seperti Asia Pacific Triennale di Brisbane, Australia, Pameran di Museum of Contemporary Art Tokyo, dan juga Gwangju Biennale di Korea Selatan.

--

Open Discussion NOKEN: History and Culture

Saturday, 7 May 2016
3 PM at Ark Galerie
Suryodiningratan 36 A, Yogyakarta

Registration: Arsita 081804056913

Speakers: 
1. Paskalena Daby
2. Emanuel Gobay, SH - Bang Edo (LBH Yogyakarta)

This seminar and discussion is part of BARA NYALA MAMA MAMA, solo exhibition from Moelyono that collaborating with Paskalena Daby and Benny Wicaksono.

In this event, both speakers will talk further about NOKEN. Paskalena Daby will talk about the history and the relation between none with women in Papua. Emanuel Gobay or known well as Bang Edo will talk from the cultural side. 

Paskalena Daby is a young Papua woman that active in any activism issue of Papua and women of Papua. Emanuel Gobay or known well in activist as Bang Edo is a son of Papua that working in LBH (Law Help Centre) Yogyakarta

Bara Nyala Mama Mama in the eyes of artists and activists Moelyono is a story of struggle and livelihood Mama Mama Papua (a call for married women with children in Papua) in maintaining the balance of the earth. During the period 2005 - 2015, through social activities mainly based on education, Moelyono travel through villages in Papua within regions of Kerom, Wamena (Kurulu and Kurima), Jayapura, Abepura, Sentani, where he met with Mama who he described as warrior of the earth. From the Mama he met Moelyono studied history and philosophy of Noken (traditional woven bag of Papua), and how it became an important part in the narrative of the women struggles in Papua within a complex social and political situation.

Moelyono lives and works in Tulungagung, East Java. He is an artist graduated from Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. He has been through a lot of struggling in the world of movement and activism. He became part of the labor movement called Marsinah, pro-democracy activists in Salatiga with several artists such as Widji Thukul and others. He is one of the pioneers of arts-based community empowerment by calling his activities as "Guru Gambar" (Master of Painting). In the 1990s and 2000s, he actively exhibited his work in various international exhibitions such as the Asia Pacific Triennial in Brisbane - Australia, exhibition at the Museum of Contemporary Art Tokyo, and Gwangju Biennale in South Korea.

Source : Ark Galerie

Framing Yahukimo FDS 2014

Posted by Unknown | Saturday, 11 July 2015 | Posted in , ,

Framing Yahukimo FDS 2014
Source : #papuansphoto

Penari Pentas Budaya dari Puncak Jaya, Papua

Posted by Unknown | | Posted in , ,

Penari Pentas Budaya dari Puncak Jaya, Papua
Source : #papuansphoto

Culture Of Papuan

Posted by Unknown | | Posted in , ,

Culture Of Papuan, Photo : #papuansphoto
Source : #papuansphoto

Rumah Adat Honai, di Lani Jaya, Papua Barat

Posted by Unknown | | Posted in , ,

Rumah Adat Honai, di Lani Jaya, Papua Barat. #papuansphoto/
Source : #papuansphoto/

Rumah Adat Suku Korowai, Papua Barat

Posted by Unknown | | Posted in ,

Rumah Adat Suku Korowai, Papua Barat

Triton Papua

Posted by Unknown | Tuesday, 16 June 2015 | Posted in , ,

Triton Papua

Alat Musik Tradisional Papua Barat Suku Mee "Pikon" (Kaido)

Posted by Unknown | | Posted in , ,

Alat Musik Tradisional Papua Barat Suku Mee "Pikon" (Kaido)

IPMA-PAPUA Jogja, Papua Pride : Pentas Seni dan Budaya Papua

Posted by Unknown | Wednesday, 3 June 2015 | Posted in , , , , ,

Papua Pride : Pentas Seni dan Budaya Papua
Share: Papua Pride

Rumah Pria "Yowi" di Waniok Yahukimo

Posted by Unknown | Thursday, 28 May 2015 | Posted in , , ,

Men’s house, yowi, in Waniok, Yahukimo regency, Highlands. The ornaments on the wall make it recognizable as a sacred house (1961)
Photo by : Siegfried Zöllner

Kita Harus Mengakui, Tanah Ini Merupakan Tanah Aborigin

Posted by Unknown | Wednesday, 15 April 2015 | Posted in ,

Kita Harus Mengakui, Tanah Ini Merupauakan Tanah Aborigin

Festival Lembah Baliem 2014

Posted by Unknown | Tuesday, 14 April 2015 | Posted in , ,

Foto : Festival Lembah Baliem 2014
papuansphoto
Photo : Netaiken (Marcos Kerda)

Proud To Be Papuan

Posted by Unknown | Monday, 13 April 2015 | Posted in , ,

Proud To Be Papuan
papuansphoto
Photo : Imelda Wakerkwa

Smile Girl in West Papua Sweet and Beautiful

Posted by Unknown | Saturday, 11 April 2015 | Posted in , , ,

Smile Girl in West Papua Sweet and Beautiful

Korowai Tribe : West Papua People

Posted by Unknown | | Posted in , , ,

Korowai Tribe : West Papua People

Papuan tribe, Paniai, West Papua

Posted by Unknown | | Posted in , , ,

Papuan tribe, Paniai, West Papua

West Papua Girl : Beautiful Girl

Posted by Unknown | | Posted in , ,

West Papua Girl : Beautiful Girl

Preserve Melanesian culture and ethnicity - Black Sweet

Posted by Unknown | | Posted in , ,

Preserve Melanesian culture and ethnicity - Black Sweet

A local Papuan man in the highlands of the Baliem Valley – West Papua

Posted by Unknown | | Posted in , ,

A local Papuan man in the highlands of the Baliem Valley – West Papua

TERPOPULER

"18 TAHUN ALIANSI MAHASISWA PAPUA [AMP]"

Mengabdi Pada Gerakan Pembebasan Nasional Papua 27 Juli 1998 – 27 Juli 2016.

Saya, ALFRIDUS DUMUPA selaku admin blog UGAI PIYAUTO mengucapkan:
"Selamat Hari Ulang Tahun AMP Yang Ke - 18 ".

×