Headlines

Orang Papua Darurat Genocide [Picture]

Posted by Unknown | Wednesday, 22 February 2017 | Posted in , ,

Orang Papua Darurat Genocide

Teks Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat

Posted by Unknown | Thursday, 30 June 2016 | Posted in , , , , ,


Kepada seluruh rakyat Papua, dari Numbai sampai ke Merauke, dari Sorong sampai ke Balim (Pegunungan Bintang) dan dari Biak sampai ke Pulau Adi.
Dengan pertolongan dan berkat Tuhan, kami memanfaatkan kesempatan ini untuk mengumumkan pada anda sekalian bahwa pada hari ini, 1 Juli 1971, tanah dan rakyat Papua telah diproklamasikan menjadi bebas dan merdeka (de facto dan de jure).
Semoga Tuhan beserta kita, dan semoga dunia menjadi maklum, bahwa merupakan kehendak yang sejati dari rakyat Papua untuk bebas dan merdeka di tanah air mereka sendiri dengan ini telah dipenuhi.

Victoria, 1 Juli 1971
Atas nama rakyat dan pemerintah Papua Barat,

Seth Jafet Rumkorem
(Brigadir-Jenderal)


Teruslah Berkibar

Posted by Unknown | | Posted in , , ,

Bendera Bintang Kejora

Dua Akun Facebook Ini Sensitif dengan Isu Papua Merdeka, Siapa Mereka?

Posted by Unknown | Saturday, 18 June 2016 | Posted in , , ,

Dinding Wall Facebook Dari Orang  Yang Menyamar atas Kepentingan "Seusap Nasi"
Menurut pantauan teman-teman bahwa akun facebook yang bernama "Agustinus Manobi" dan "Rimba Raya" ini selalu aktif  membagikan konten dan tautan berupa gambar, video maupun berita terkait dengan papua. 

Kedua akun facebook diatas ini juga sering dan suka memprovokasi ke publik terutama kepada orang papua dengan cara keanak-anakan, dalam komentar dan tautan yang mereka post disana bisa di ketahui bahwa mereka berdua dengan secara paksa mencoba menggunakan dialek "Melayu Papua" dengan maksud supaya mereka berdua diakui sebagai orang papua, padahal cara berkomentar dan gaya penyampaian mereka tidak seperti gaya bicara orang papua sendiri.

Dalam beberapa komentar yang mereka post dapat dilihat bahwa kedua orang ini sama sekali tidak menginginkan orang papua maju dan berkembang dan yang lebih parah lagi adalah mereka menangis ketika mendengar orang papua mau merdeka. Karena alasan bagi kedua orang ini sudah jelas, jika tanpa papua mereka mau makan apa? 

Ketika mereka ditanya, siapa mereka; mereka sembunyikan identitas mereka yang sebenarnya (menyamar) bahkan tak mau menjawab karena keegoisan dan kesombongan mereka atas penderitaan orang papua.

Entah siapa mereka? Pastinya mereka adalah orang-orang yang sudah kalah sebelum berperang dan ketinggalan di medan perang tanpa senjata, busur dan anak panah. 

Itulah sebabnya mengapa kedua akun facebook diatas ini terlalu "cengeng"  dan suka nangis serta hidungnya ingus-ingusan ketika mendengar tentang orang papua dan masa depannya yakni "Kemerdekaan".

Akhir kata bahwa:
"Kitong su Menang sebelum Menang"
dan Dong su Kalah sebelum Kalah"

ba...............
Papua su Merdeka to!!
Kitong hanya minta Dong Mengakui. 
#Itu Saja


#5PETISI : Jokowi Ko Stop Tipu Kitong Pu Mama-Mama Papua

Posted by Unknown | Sunday, 12 June 2016 | Posted in , , , ,






Aku Begini Karena Facebook

Posted by Unknown | Monday, 30 May 2016 | Posted in , ,

karena facebook
aku sering jadi pelupa
akhirnya lupa baca
iya...baca tumpukan buku dalam kamar

karena facebook 
aku sering jadi pemalas
akhirnya malas kuliah dan berorganisasi
iya...kuliah deretan mata kuliah dan kegiatan organisasi

karena facebook
aku sering jadi pemarah
akhirnya marah-marah 
iya...marah saudara-saudaraku

karena facebook
aku sering jadi panjaga malam
akhirnya temani malam 
iya...penjaga malam tanpa mengenal waktu

lupa waktu dan Tuhan
aku begini adanya

__________________________
- Lereng Merapi; 30 Mei 2016 -
- Alfridus Dumupa -





Puisi : Apa Kalian?

Posted by Unknown | Saturday, 28 May 2016 | Posted in , , ,

bintang kejora lahir dari api 
apinya membakar semangat hidup kami yang hitam
mungkin ini membuat kalian terbakar
terbakar seperti kebakaran jenggot
bakar apa kalian?

bintang kejora lahir dari bara
baranya memanaskan jiwa dan raga kami yang hitam
mungkin ini membuat kalian kepanasan
panas seperti cacing kepanasan 
panas apa kalian?

bintang kejora lahir dari arang 
arangnya menghitamkan kulit kami yang hitam 
mungkin ini membuat kalian hitam
hitam seperti jiwa orang mati diliang kubur 
hitam apa kalian?

bintang kejora lahir dari abu
abunya menutup tangis dan derita kami yang hitam
mungkin ini membuat kalian tertutup
tutup seperti demokrasi yang dibungkam selama ini
tutup apa kalian?

__________________
-Yogyakarta; 28 Mei 2016-
Alfridus Dumupa


2007 Lalu Pertitus Boma dan Mika Boma Ditembak Oleh BRIMOB, Ini Foto Salah Satu Korban

Posted by Unknown | Thursday, 26 May 2016 | Posted in , , ,


Pada tanggal 17 Januari 2007 Pertitus Boma dan Mika Boma ditembak oleh BRIMOB di Enarotali. 

Mika Boma yang adalah Majelis di Gereja KINGMI Kotomoma klasis Paniai Barat ini mati di tempat.

Foto : Mama-Mama (Mee) di Danau Paniai

Posted by Unknown | Wednesday, 25 May 2016 | Posted in , ,

Foto : Mama-Mama (Mee) di Danau Paniai 

Ini Alasannya, Mengapa Mahasiswa IT Papua Harus Belajar Coding?

Posted by Unknown | Saturday, 21 May 2016 | Posted in , , , , ,

Saya mengawali tulisan ini dengan sebuah alasan bahwa:

"Kita semua pasti setuju bahwa sekarang kita berada di era teknologi dan informasi yang berbasis digital. Betapa informasi sangat mudah diakses melalui internet. Dalam hitungan detik kita bisa terhubung dengan orang-orang di belahan bumi lainnya yang jika kita hitung secara fisik, jaraknya sangat jauh. Informasi di belahan dunia pagi ini bisa langsung kita lihat, tanpa kita harus pergi ke mana-mana. Hasil pertandingan sepak bola di spanyol, bisa langsung kita akses tanpa perlu menunggu berhari-hari, padahal kita tidak pergi ke Spanyol".

Nah" sekarang saya mau menjelaskan!
Kemajuan teknologi telah banyak mengubah pola hidup kita dan perubahan itu tidak perlu menunggu berabad-abad. Masih segar dalam ingatan kita, kakek dan nenek kita pernah bercerita bahwa tanah yang saat ini berdiri kokoh gedung-gedung tinggi, jalan-jalan yang ramai dilalui kendaraan dulunya adalah hutan, kebun atau mungkin rawa. Kakek dan nenek kita mungkin pernah bercerita, bahwa dahulu untuk bersekolah mereka harus menempuh perjalanan jauh. Untuk berkomunikasi dengan kerabat jauh mereka membutuhkan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari perjalanan. Saat ini, anak-anak SD sudah bermain tablet layar sentuh, mereka berbicara tentang film anime yang tayang di negara lain saat ini.

Hadirnya mesin pencari, Google, Yahoo, Bing sangat membantu dalam keseharian kita. Sangat mudah sekali mencari informasi berkat mesin pencari. Belum lagi jejaring sosial, Facebook, Twitter dan Google Plus. Betapa kita dimanjakan untuk berkomunikasi dengan teman-teman kita walaupun berada di lokasi yang sangat jauh. Dahulu yang namanya belanja, ya harus keluar rumah, pergi ke toko, memilih barang belanjaan di toko, membayar cash. Sekarang? Kita bahkan bisa berbelanja tanpa harus bergeser 1 meter pun dari tempat duduk kita.

Industri berubah, pola hidup berubah, kebiasaan kita berubah. Lantas, siapa sebenarnya yang merubah itu semua? Siapa orang dibalik hadirnya mesin pencari, jejaring sosial, game, toko online itu? Siapa lagi kalau bukan programmer. Siapa yang membuat sistem operasi sehingga kita bisa menggunakan komputer dalam keseharian kita? Siapa yang membuat Google, Facebook, WhatsApp, Ebay, Flappy Bird? Mereka adalah para penyihir, yang menciptakan sesuatu dari sihir baris-baris kode bahasa program.

Sehingga! 
Kembali saya mau ajak teman-teman mahasiswa IT Papua untuk melihat betapa cepatnya perubahan industri berlangsung dan nanti akan kita lihat apa relevansinya dengan kemajuan negara dan belajar coding. Sebagai contoh nyata, beberapa tahun lalu kita masih ingat dengan ramainya Blackberry? Kalau kita tengok masa-masa itu, rasanya amat kecil sekali kemungkinan bahwa Blackberry akan tersungkur seperti saat ini. Semua orang saat itu begitu mendambakan memiliki gadget Blackberry, BBM menjadi trend. Tapi sekarang? Blackberry terpogoh-pogoh berjuang melawan kedigjayaan Androidnya Samsung dan Iphonenya Apple.

Satu contoh lagi, kita mungkin teman-teman masih ingat dengan Friendster. Bagaimana nasibnya sekarang? Bukankah beberapa tahun yang lalu ia sempat menjadi raja? Perubahan begitu cepat terjadi, cracking industri dimana-mana dan inovasi sulit terbendung. Memang begitulah dunia, kejam. Siapa yang lebih kuat dia akan bisa bertahan. Yang tidak kuat terhadap perubahan akan tergilas. Dan yang menjadi pertanyaan adalah, apa peran kita dalam perubahan itu? Seolah kita hanya menonton dan mengikuti arus perubahan, hanya menjadi yang mencoba bertahan dengan perubahan, dan berusaha mengikuti perubahan. Lantas siapa yang membuat perubahan itu? Ya, mereka adalah negara-negara yang memiliki inovasi, negara-negara yang memiliki programmer-programmer hebat yang selalu menciptakan hal-hal baru. Kita di papua masih jadi penonton pertarungan mereka. Adooo.......!

Itulah sebabnya mengapa kita benar-benar belajar coding. Semakin banyak yang mempelajarinya, maka akan semakin baik. Semakin besar pula potensi akan munculnya karya-karya kita, munculnya inovasi-inovasi di papua.
Saya masih teringat kata "Steve Jobs" seorang pendiri "Perusahan Apple" , “Everybody in this country should learn how to program a computer, because it teaches you how to think.”, bahwa setiap orang harus belajar cara memprogram komputer / coding, karena itu mengajarkan bagaimana cara berpikir.

Benar sekali, dengan belajar coding atau memprogram komputer, kita akan belajar bagaimana cara berpikir yang baik, tertruktur, sistematis dan efisien. Itu akan sangat berguna sekali dalam kehidupan kita, terutama dalam menyelesaikan masalah kita dengan memanfaatkan teknologi.

Dan yang paling penting adalah, ketika kita memiki skill coding, maka kita akan leluasa untuk berkarya. Kita akan punya ide untuk membuat sebuah aplikasi atau web yang akan menyelesaikan banyak masalah, jika kita memiliki skill coding, kita hanya perlu membuatnya. Kita akan leluasa untuk mengembangkan ide. Tidak dibatasi ketidakmapuan kita membuatnya. Ketika kita punya ide membuat game yang bagus, kita hanya perlu membuatnya.

Ba.... tunggu apa lagi? 
Belajar coding dari sekarang dan berkaryalah!

Semoga bermanfaat


#Alfridus Dumupa 

(Mahasiswa Papua, Jurusan Teknik Informatika, STMIK AKAKOM YOGYAKARTA)

Gambar Vektor : Apa Pun Itu, Kami Tetap Berdiri Untuk Lawan

Posted by Unknown | Tuesday, 17 May 2016 | Posted in , , , ,

Gambar Vektor : Penangkapan Aktivis Papua Merdeka oleh Militer

Adakah Kontribusi Israel Untuk Papua?

Posted by Unknown | Sunday, 15 May 2016 | Posted in , , , , , ,

Ini Kelompok Yang Mengagungkan Israel - di Papua
Ini tulisan jadul saya yang belum sempat muat di blog ini. Karena menurut saya basi untuk bicarakan pentingnya Israel untuk papua. Karena, tentu tulisan ini tidak ada pesan yang bagus bagi pembaca. Hal yang laku dibaca untuk saat ini, adalah perang antara Israel dan Hammas Palestina.

Tetapi, menurut saya penting. Saya berharap, tulisan ini bisa dibaca oleh mereka yang biasa mengagungkan Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan. Yang nyatanya, bangsa pembantai. Bangsa, penjajah. Nyatanya, tindakan Israel seperti bangsa yang tak kenal Tuhan. 


***Di tanah Papua ini, sebagian besar orang Papua mengagung-agungkan Israel. Entah dengan alasan apa, tidak jelas. Tidak hanya mengidolakan negara yang kejam dan negara yang hari ini menjajah orang Palestina itu, tetapi juga mengagungkannya seperti mengagungkan Tuhan. Hal itu, dilakukan oleh sebagian besar orang Papua. Selama kurang lebih empat tahun di Kota Jayapura, saya melihat dengan mata kepala sendiri.

Dimana, tidak sedikit orang yang mengagungkan Israel. Cara mereka yang saya lihat antara lain, pernah kampaye di seluruh kota Jayapura dengan mengibarkan bendera Israel. Kedua, dalam ibadah-ibadah ataupun kegiatan gerejani, selalu membawa nama Israel. Seakan-akan, Israel itu perwujudan Yang Ilahi.

Pribadi saya merasa geli lihat hal ini. Tidak sampai disitu. Saya jengkel. Serasa ingin berteriak sekerasa mungkin di tilinga orang-orang ini. Tentu bukan tanpa alasan. Alasan saya adalah hari ini, Israel adalah penjajah yang kejam. Israel adalah pembunuh yang kejam. Rakyat Palestina menuntut hak mereka dengan susah payah.

Bukan hanya karean menuntut hak meka untuk bebas, melainkan Israel yang melakukan kekejaman hari ini adalah karena ingin menguasai wilayah milik warga palestina. Sudah jahat, habis itu wataknya jahat untuk menguasai daerah milik orang lain. Gila bukan, Israel… Israel.

Jutaan rakyat Palestina harus menjadi tumbal bangsa Israel. Setiap harus harus berhadapan dengan tentara-tentara Israel yang kejam. Tidak sedikit perempuan yang memenuhi penjara-penjara Israel. Tidak sedikit laki-laki bangsa Palestina yang, juga menjadi penghuni setia dan penghuni abadi di balik terali-terasi besi milik Israel. Paling menyedihkan lagi, anak-anak Palestina juga ikutan jadi korban keganasan Israel yang “GILA” dan haus darah in.

Sampai dengan hari ini, rakyat Palestina hidup dalam ketakutan yang luar biasa. Hidup ditembani suara tembakan-tembakan senjata. Hidup ditengah deru-deruan dan gema suara bom dan roket-roket milik tentara Israel maupun Hammas. Bukankah setiap orang berhak memperoleh tempat huni yang layak di muka bumi ini?

Untuk situasi selama satu abad terakhir antara Indonesia dengan Papua. Dimana Indonesia datang merampas, merebut, menduduki dan mengusai tanah papau serta seluruh isinya. Adakah kebebasan yang didapat selama orang Papua setelah Indonesia datang? Adakah kesejahteraan yang didapat orang Papua dari Indonesia? Yang ada adalah jutaan nyawa orang Papua hilang begitu saja ditangan tentara Indonesia. Baik yang ditembak secara langsung, maupun dilakukan dengan cara-cara halus. Contoh kongkrit adalah pembunuhan yang dilakukan oleh pelakuknya tak dikenal. Atau dilakukan dengan racun melalui makanan dan minuman. Hal ini membuat tidak sedikit nyawa orang Papua hilang. Dan ini bukan lagi rahasia. Adakah kita menyadari hal ini?

Posisi Israel sama dengan Indonesia. Dimana, Israel adalah negara yang menjajah bangsa Palestina yang hari ini hidup dalam ketakutan. Indonesia pun sama. Hari ini sedang menjajah orang Papua. Situasi yang diciptakan oleh Indonesia lebih baik jika dibandingkan dengan situasi yang diciptakan oleh Israel bagi rakyat Palestina. Lalu apa yang dibanggakan dan diagungkan dari Israel?

Pertanyaanya, seberapa besar kontribusi Israel untuk Papua? Apakah sebagian orang Papua yang mengagungkan orang israle ini adalah orang Israel yang terdampar di Papua? Apa hubungan Israel dengan Papua? Apakah Israel selau berusaha untuk menyuarakan aspirasi dan tangisan orang Papua di kancah internasional?

Kalau hanya semata-mata soal TUHAN? Apakah Tuhan itu hanya milik orang Israel? Pada kenyataanya, Tuhan tidakn pernah mengatakan dirinya sebagai bangsa Israel, bangsa ibrani atau Yahudi. Bahkan tidak pernaha mengatakan Tuhan itu ornag Papua?

Tuhan itu Bapa segala bangsa di seluruh muka bumi ini. Lantas yang diagungkan sebagian orang papua itu apanya Israel, apakah jiwa pembunuhnya yang diagungkan atau apa? Ini drama  yang lucu.

Mungkin, bagi sebagain orang yang mengagungkan Israel berfikir Tuhan ada di tanah Israel. Pada hal tidak. Ya… meskipun cerita tentang Yesus tercipat dari tanah Israel. Lalu bagaimana dengan Mesir yang juga diceritakan sebagai tempat dimulainya cerita baru, kehidupan baru seperti yang diceriatakan dalam buku Alkitab umat nasrani?

Terakhir, Israel adalah Negara yang kejam. Pembunuh. Dan penjajah. Sama halnya dengan Indonesia. Juga sama halnya dengan Belanda yang dulu menjajah Indonesia selama 350 tahun.Semoga rekan-rekan yang mengagungkan Israel ini membaca tulisan pendek ini, lalu merefleksiannya.

Sekali lagi, tulisan ini adalah tulisan jadul yang saya posting. So, maaf jika tidak menuliskan soal akibat serangan yang dilakukan oleh Israel terhadap palestina. Menurut saya, kita semua sudah tahu akan hal itu.

Pada kesempatan ini, saya turut menghaturkan rasa hormat untuk warga palestina dan para pemimpin Hammas, yang samapi dengan detik ini masih konsisten dan menentang Israel dari tanah Palestina.

Saya juga beri hormat untuk para generasi penerus bangsa Palestine yang sudah meninggal karena kena serangan-serangan mematikan Israel. Hormat saya untuk generasi Palestina yang hari ini selamat dna menyaksikan dan merekam seluruh kekejaman Israel terhadap warga Palestina. Hormat. Hormat.

Sama halnya, saya beri hormat untuk paitua-paitua yang hari ini sedang bergerilya dan bertahan dengan konsisten hanya karena menuntut haknya, untuk hidup sebagai orang merdeka di atas tanah papua yang indah dan kaya ini. Juga hormat saya untuk seluruh rekan-rekan pemuda papua yang tak pernah jenuh untuk tetap berdiri dan melawan penjajah. Meskipun badai, penjara, terror, intimidasi dan penangkapan tanpa alasan terus terjadi. Hormat untuk konsisten yang telah dibuktikan pada negeri yang indah dan kaya raya ini.

#Arnold Belau
Source : www.arnoldbelau.com

Bule yang Lama di Papua ini, Bisa Memainkan Alat Musik Tradisional Pikon (Kaido)

Posted by Unknown | Friday, 13 May 2016 | Posted in ,

Screenshot Video
Bule yang Lama di Papua ini, Bisa Memainkan Alat Musik Tradisional Pikon (Kaido) 

Berikut ini videonya :

Politik Ekonomi Global Mencekik Bumi Papua

Posted by Unknown | Monday, 29 February 2016 | Posted in , , , ,


Ilustrasi (Dok: Google)
Tulisan ini adalah rasa gelisa saya, setelah membaca beberapa berita terkait Konferensi Asia-Afrika 2015 di Bandung-Jakarta, Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia pergi mencari perhatian di negara Fasifik, dan Keputusan Para Pemimpin Melanesian Spearhead Group (MSG) soal Papua.


Awalnya karena sudah merasa dicekik oleh pikiran, dengan melihat perkembangan dunia yang begitu ambisius dengan berbagai macam politik diplomasi yang sudah dilakukan secara bertahap demi kepentingan ekonomi Global. Satu alasan saya juga dalam menuliskan tulisan ini adalah, mengajak kawan-kawan untuk mencoba melihat lebih jauh soal perkembangan ekonomi dunia dan nasib bangsa Papua ke depan.


Membaca situasi Konferensi Asia-Afrika dalam politik ekonomi global, seperti ditulis dari pojoksatu.id edisi 20 April 2015 dituliskan bahwa pada 22-23 April 2015 berlangsung pertemuan tingkat kepala negara (Leaders Meeting). Cara dan solusi mengatasi tantangan global akan dibahas para kepala negara. Selain itu para partisipan juga berbagi pengalaman untuk meningkatkan pembangunan ekonomi di negara Asia dan Afrika. Terdapat pula event Asian-African Business Summit yang digelar 21-22 April di Jakarta sebagai acara pendamping. Event tersebut akan membahas kerjasama ekonomi dan bisnis di antara negara Asia dan Afrika.


Hal utama yang membenarkan kepentingan Indonesia sebagai tuan rumah KAA 2015 adalah sebuah kepentingan ekonomi Indonesia untuk Negara-negara Asia dan Afrika, yang ditambahkan lagi dengan beberapa Negara Fasifik.


Titik temu perjanjian dalam persoalan Papua saat ini berada pada soal kerjasama pembangunan ekonomi tersebut dalam KAA 2015. Ekonomi melegitimasikan kerjasama Negara-negara yang hadir pada KAA 2015 tersebut.


Power Indonesia soal ekonomi saat ini adalah kekuatan Bumi Papua yang kaya akan kekayaan alam, tambang, mineral, dan berbagai macam sumber daya alam yang melimpah. Kekayaan alam Papua menjadi target utama kepentingan Indonesia dalam mencari perhatian dunia dengan berbagai diplomasi KAA 2015.


Disamping soal pembangunan ekonomi, bisnis antar Negara Asia-Afrika menjadi tujuan diadakannya KAA 2015. Bicara soal bisnis berarti kepentingan penanaman modal orang Papua akan berjalan secara cepat, dan penanaman investasi asing pun, Papua akan menjadi target utama perusahan kapitalis masuk.


Ekonomi dan Bisnis menjadi kepentingan pemodal Negara kapitalis demi kepentingan negaranya. Secara tidak langsung kaum pemilik tanah akan tersingkirkan dan terbuang karena saat ini ras tidak akan menentukan, kulit tidak akan menentukan, bangsa tidak akan mementukan, tetapi ekonomi dan kehidupan yang akan mementukan nasib bangsa dan Negara pada era global ekonomi ini.


Sama seperti apa yang sudah dikatakan Soekarno sendiri, seperti dikutip dari tulisan ‘Aneksasi Papua, Soal Untung dan Rugi Indonesia' oleh Sanimala Bastian di majalahselangkah.com, bahwa melalui Harian Suluh Indonesia Muda pada 1928, aktivis kemerdekaan Indonesia, Pada 1964 setelah naik kasta jadi presiden, argumen itu diangkat dalam bukunya, Di Bawah Bendera Revolusi. Ia antara lain menulis demikian:



"Soal jajahan adalah soal rugi atau untung. Soal ini bukanlah soal kesopanan atau kewajiban; Soal ini adalah soal mencari hidup, soal business. Semua teori-teori tentang soal jajahan, baik yang mengatakan bahwa jajahan itu terjadinya ialah oleh karena rakyat yang menjajah itu ingin melihat negeri asing, maupun yang mengatakan bahwa rakyat pertuanan itu hanya ingin mendapat kemasyhuran sahaja, ... Semua teori-teori itu tak dapat mempertahankan diri terhadap kebenaran teori yang mengajarkan bahwa soal jajahan ialah soal rejeki, soal yang berdasar ekonomi, soal mencari kehidupan." (Soekarno, 1964).


Soal jajahan adalah soal untung dan rugi; soal semua teori-teori tidak dapat mempertahankan diri terhadap kebenaran teori yang mengajarkan bahwa soal jajahan ialah sejeki, soal bersandar ekonomi, dan soal mencari nafka.


Kebenaran ini terbukti, saat ini dunia tidak lagi seksi, semua terjerumus pada kepentingan ekonomi, karena soal jajahan atau pemusnahan adalah soal untuk mencari Hidup. Indonesia saat ini tidak menginginkan orang Papua untuk hidup, sama sepeti yang dikatakan Soekarno hingga pembawaan menterinya sendiri.


Dunia sudah tidak seksi, semua hanya mencari keuntungan. Semua menjadi hantu yang pergi mencari mangsa dan mencuri kekayaan orang lain. Indonesia adalah Negara yang licik. Kelicikannya sudah terbukti kebenaranya. Hal ini terbukti juga ketika Indonesia dengan keras merebut West Papua dari tangan Belanda, yang hanya akan dibuat sebagai daerah jajahan Indonesia untuk menguras kekaayaan alam Papua demi kepentingan orang luar Papua, dan Negara-negara kapitalis.


Berikutnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno Marsudi yang pergi mencari perhatian di negara Fasifik. Salah satu alasan mendasar yang juga kita orang Papua sudah tahu tentang perginya Menlu Indonesia ke Negara-negara Fasifik seperti ditulis dari radionz.co.nz, edisi 6 Maret 2015 sudah dikomentari keras oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Octovianus Mote. Bahwa Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menjanjikan uang darah untuk peningkatan kapasitas MSG saat kunjungan ke Papua New Guinea, Solomon Islands dan Fiji. Marsudi saat mengunjungi ke Papua New Guinea, Solomon Islands dan Fiji telah menjanjikan US$ 20 juta untuk program peningkatan kapasitas MSG.


Mote juga menambahkan, satu-satunya cara yang Indonesia lakukan adalah dengan memberikan uang. Tapi dari mana uang ini berasal? Uang ini adalah uang darah. Uang yang berasal dari Papua Barat. Indonesia tidak memiliki sumber daya alam, kecuali dari PT Freeport yang manghasilkan tambang terbesar di Papua, dan dari British Petroleum yang menghasilkan proyek gas terbesar di Papua, disamping itu juga dari berbagai sumber daya alam lainnya di Papua Barat.


Yang paling terpenting disini adalah sumber kekayaan orang Papua menjadi target utama pemerintah Indonesia melakukan penyeladapan dan pencurian demi kepentingan Indonesia mempertahankan Papua sebagai daerah teritorinya.


Soal kekayaan alam, kita akan kembali lagi dengan apa yang sudah dikatakan oleh Soekarno, bahwa jajahan adalah soal untung dan rugi Indonesia. Indonesia saat ini tidak mementingkan, apakah Papua mau maju atau tidak? Yang penting adalah kekayaan orang Papua.


Yang disambung lagi oleh Jendral Ali murtopo, kami tidak mengingkan manusia Papua, tetapi yang kami inginkan adalah kekayaan alam Papua. Watak Soekarno dan Ali Murtopo sudah terbentuk dan menjadi sikap pembawaan hingga kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini. Ini semua terbukti kebenarannya bahwa pusat perhatian Menlu Indonesia melakukan hubungan dengan Negara-negara Fasifik dengan memberikan uang yang tidak sedikit jumlahnya adalah cara-cara pemusnahan dan pembunuhan orang Papua secara teristematis.


Perempuan PapuaYang lebih rill dan nyata soal persoalan Papua sat ini juga, adalah dengan membayar uang darah tersebut, Indonesia secara sadar berusaha untuk menggagalkan perjuangan orang Papua melalui ULMWP yang sesudah mengajukan Aplikasi demi penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua. Disamping pengajuan yang sudah diajukan oleh ULMWP, situasi Papua sudah jauh dibungkam ruang demokrasinya. Rakyat hanya melakukan sosialisasi ULMWP pun dibubarkan paksa oleh Indonesia dengan berbagai macam cara. Penganiayaan, pemusnahan, pembunuhan, penculikan sudah terjadi terus-menerus hingga sampai saat ini.


Dan yang terakhirnya adalah Keputusan Para Pemimpin MSG soal Papua. Soal keputusan para petinggi pemimpin MSG sebenarnya tidak menyinggung soal perjuangan dan diplomasi dan pengajuan aplikasinya, tetapi titik berat tulisan ini adalah lebih memandang dari kepentingan ekonomi global yang diselipkan dalam keputusan tersebut.


Seperti ditulis dari tabloidjubi.com edisi 21 Juni 2013, bahwa Para pemimpin negara-negara MSG yang terdiri dari Fiji, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Papua New Guinea dan FLNKS telah memutuskan hasil MSG Leaders Summit yang merupakan hasil final dari pertemuan ke-19 para pemimpin negara-negara Melanesia ini. Keputusan yang disebut Komunike bersama ini terdiri dari 44 point yang diantaranya merupakan perjanjian perdagangan, peningkatan kemampuan teknis, keuangan, perubahan iklim, pertukaran pengetahuan dan aplikasi WPNCL.


Yang menjadi catatan kita dalam keputusan ini adalah, adanya keputusan soal perjanjian perdagangan, peningkatan kemampuan teknis, dan keuangan. Kerasnya pencuri Indonesia dan Amerika sudah melebihi batas-basat sosok pencuri, dan kekayaan alam Papua sudah menjadi landasan kehancuran bagi para pemilik tanah tersebut. Sekarang dalam ruang diplomasi tersebut, terselipkan adanya perjanjian perdagangan, peningkatan teknis, dan keuangan tersebut akan mengarahkan semua ini pada sebuah tingkat dimana, ekonomi menjadi sebuah tuntutan utama untuk menjadi hidup sebuah Negara.


Kalau seperti ini, apakah Papua akan bebas dan merdeka 100%?, ataukah orang Papua akan merdeka hanya sebatas retorika?  Ataukah juga orang Papua akan merdeka, tetapi kemerdekaan itu dirasahkan oleh kaum-kaum penguasan, tetapi rakyat akan dimarjinalkan dan ditindas terus? Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini bisa kita jawab dalam melihat perkembangan ekonomi global yang menjadi-jadi di dunia.


Fillep Karma: Seakan Kitorang Setengah BinatangSekarang bagaimana merangkai ketiga kepentingan di atas! Papua yang kaya akan kekayaan alam, terdiri dari emas, tambang, mineral, minyak bumi, tanahnya yang subur, lautnya yang indah, pusat pariwisata, hutannya yang luas, lembah yang indah, kebudayaannya yang unik, dan masih banyak sekali tersimpan kekayaan alam lainnya, menjadi pusat perhatian dunia saat ini. Mulai dari keputusan yang dibuat pimpinan MSG, berlanjut dengan politik Indonesia yang dilakukan oleh Menlu Indonesia ke Negara Fasifik, hingga KAA 2015 yang akan kita saksikan besama di Bandung-Jakarta, semua terarah pada kepentingan ekonomi global yang menjadi perhatian penuh kepada kekayaan alam Papua.


Ini bukan lagi rahasia baru bagi kita. Dari tulisan singkat ini, bisa disimpulkan bahwa, Politik Ekonomi Global sedang Mencekik Bumi Papua. Bumi Papua yang terdiri dari manusia Papua, benda mati, benda hidup, hewan, dan semua isi yang ada, dicekik seakan kita sedang marah kalau kita sedang dicekik habis dan tidak berdaya, dan kita tidak sadar kalau semua isi yang ada dalam Bumi Papua sedang dirampas dan dicuri habis.


Oleh: Kudiai Kigiba


#PapuaHarusMerdeka100%

Peran Mahasiswa Papua Bisa Meminimalisir Masalah-Masalah Papua

Posted by Unknown | Sunday, 17 January 2016 | Posted in , , ,

Foto : Demo Aliansi Mahasiswa Papua
Mahasiswa adalah masyarakat berintelektual atau agen perubah atas realitas social yang sedang terjadi, selain itu juga mahasiswa adalah “tulang punggung” masyarakat, dan bisa dikatakan sebagai tonggak sejarah. Oleh sebab itu, mahasiswa   Indonesia pada umumnya dan khususnya di tanah terluka Papua, pulau paling timur dari Negara Kesatuan Indonesia [ NKRI] ini harus bisa meminimalisir masalah-masalah yang sedang terjadi di Indonesia dan Khususnya Papua.

Masalah yang sudah, sedang terjadi ditanah terluka Papua adalah masalah pendidikan, Masalah Kesehatan yang sedang terjadi di papua yaitu dengan penyakit HIV/ AIDS  orang Papua sedang punah sedikit demi sedikit, data terakhir yang di muat di kompas oleh komisi Pemberastas HIV/ AIDS di Papua  bahwa 51 Orang luar Papua yang terjanjkit Panyakit HIV/ AIDS,  dan 40% orang Papua Asli,  dan Masalah Ekonomi, yaitu pemerintah Papua tidak memerhatikan [ sebelah mata], usaha-usaha kecil yang dibangun oleh orang asli Papua maka mereka lipat tikar alias tidak mengembangkannya, ungkap Mateus Auwe sebagai Senior di kalompok diskusi Iyoo/ ihoo.

Untuk menanggapai beberapa masalah  yang terjadi diatas ini maka Menurut Yeri Dogomo bahwa agar tidak terjadi masalah di berbagai bidang, salah satunya bidang pendidikan maka  kalangan  mahasiswa Papua harus memahami pendidikan, melengkapi fasilitas untuk belajar. selain itu tenaga pengajar harus memunyai krekatifitas dalam mendidik muridnya.

Selama ini yang saya mengamati mahasiswa Papua santai-santai saja dan membuang-buang waktu dengan kegiatan yang tidak mengembangkan diri kita masing-masing. Sebenarnya kita mahasiswa papua itu tidak bodoh tetapi kita kurang dalam mengatur waktu [ menajemen waktu] yang kurang baik, hal itu terjadi karena kadang kita terpengaruh dengan lingkugan dimana kita hidup. Kata Yosina Degei.

Kita mahasiswa Papua santai karena kita telah dibentuk dengan pisikologi peramu, artinya sudah tersedia dialam jadi tinggal mengambil saja tidak susah-susah lagi. Masalah kita rendah diri itu harus kita pertanyakan kepada diri kita terlebih dahulu. Mengapa demikian? Karena Tuhan memberikan manusia talenta yang berbeda tetapi elemen tubuh yang sama maka kita harus mengakui bahwa kita mahasiswa Papua juga bisa. Maka jangan kita merasa rendah diri, tetapi mari kita berjuang sesuai dengan kemampuan yang kita miliki untuk meminimalisasi masalah-masala tersebut  yang sudah di Paparkan diatas. Kata Mery Bame.

Mahasiswa Papua dibagi dalam dua kelompok yaitu, mahasiswa yang santai dan mahasiswa yang berjuang dengan mengikuti zaman yang sedang berjalan, tetapi ada yang sungguh-sungguh berjuang. Oleh sebab itu, kita sebagai mahasiswa yang berintelektual harus bisa meminimalisasi masalah tersebut diatas, lalu yang paling penting adalah bagaimana waktu kita dibangku kuliah membentuk karakter pribadi kita benar-benar. Ungkap Oce.

Sesungguhnya semua masalah diatas itu merupakan masalah serius yang sedang terjadi di  tanah terluka Papua, semua masalah ini sedang berlansung maka kita harus bisa melakukan diskusi banyak sekarang, tetapi setidaknya kita harus menanggapi masalah itu dengan menulis dan memedia masakan karena kita adalah mahasiswa Papua yang berintelatual yang dapat melihat persoalan-persoalan tersebut. Kata Adreas Pigai.

Kesimpulannya kita sebagai mahasiswa yang menjadi tonggak sejarah, tulang pungung masyarakat, bangsa, serta generasi penerus bangsa, Indonesia dan khususnya bangsa Papua barat kita harus bisa meminimalisir  semua masalah di tanah papua, dengan belajar di bangku kuliah dan pulang menjadi solutor atas semua masalah di Papua.  Hasil diskusi Ihoo/iyoo lama, sebagai catatan untuk mengingatkan teman-teman.  [ Agus Dogomo]

Source : Majalah Iyoo/Ihoo

Mahasiswa Papua Dituntut untuk Memahami Arti Pendidikan yang Sesungguhnya

Posted by Unknown | Saturday, 16 January 2016 | Posted in , , ,

Foto : Mahasiswa Papua
“Saya melihat di televisi orang tidak memiliki ijazah ada yang sukses menjadi pengusaha besi bekas”, (Kompas, 24 Mei 06)/ Kalimat ini diucapkan oleh Hilmy. Hilmy adalah seorang gadis remaja  kelas tiga sekolah alternatif SMP Qaryah Thayyibah di lereng Gunung Merbabu. Waktu itu, teman-teman sebaya di sekolah formal sibuk mempersiapkan diri ikut Ujian Nasional (UN) dan panik ketika akan mendengar hasil kelulusan UN.

Seorang Gadis SMP saja bisa berpikir orang tanpa ijasah saja bisa sukses walaupun boleh dikata mereka di pulau  Jawa hidupnya keras, karena lahan yang mereka miliki pun sempit untuk bisa membuka usaha tetapi seorang siswa ini dia sudah berpikir jauh dan memahami tentang pendidikan. Hal ini akan menjadi bahan pertimbangan buat kita mahasiswa Papua yang sedang menganyam pendidikan di tanah Jawa ini.  

Pendidikan  merupakan hal vital yang dapat kita membantuk suatu dedikasi untuk memperhitungkan ouputnya. Agar ita bisa memahami  bahwa pendidikan menjadi sarana bukan menjadi tujuan.  Ijasah merupakan suatu pencapaian hasil dari suatu jenjang pendidikan. Jadi jangan kita  membeli sekolah tetapi sesuatu yang dapat kita terima setelah kita sekolah. Intinya adalah pendidikan bukan Ijasah,  Kata Mery Bame. Lalu ia pun mencoba memberikan solusi bahwa, kalau kita mau agar hal itu dapat  berjalan dengan baik maka kita harus keluar dari rutinitas sekolah, mencapai tujuan,  keluar dari budaya atau kebiasaan 1. Takut 2. Kita tidak mau  3. Untuk keluar penuh dukungan,  Pungkas  Mery seorang Mahasiswi  Sanata Dharma Yogyakarta.

Oleh sebab itu, Pendidikan yang kita terima dibangku kuliah itu dapat  memahami dan harapannya  dimemperaktekan dilapangan walaupun orang tua kita utamakan adalah bagaimana kita mendapatkan ijasah dan pulang bisa bekerja [ hal itu tidak dipungkiri bahwa itu telah menjadi budaya orang tua kita kita]. Dengan hal itu kadang mahasiswa menjadi santai karena setelah lulus tunggu tes PNS [Pegawai Negeri Sipil], secara otomatis akan menjadi pekerja Negara Indonesia,  sebelum masuk kedunia kerja bisa membuka usaha agar pengganguran. Sebaik Mereka mebuka usaha Ungkap Yosina mahasiswa yang sedang menempu pendidikan bagian ekonomi.

Membuka usaha diPapua cocok karena memunyai kekayaan alam yang berlimpah,oleh sebab  itu, harapan saya kita bisa mengunakan kemampuan kita yang ada selama kita kuliah untuk megimplementasikan jagan sebatas teori saja,  tetapi diimbangi dengan praktek dilapangan. Hal itu yang kadang  kurang di Tanah Papua.  Yosina

Kita bisa menerapkan teori yang kita terima selama ini dibangku study tetapi Kehidupan masayarakat Papua dan kehidupan masyarakat Jawa tidak sama, disini mereka walaupun tanah tidak luas pun mereka bisa berwirah usaha karena kehidupan mereka telah terhimpit dalam kehidupan yang keras. Dengan kehidupan yang keras akan menciptakan kehidupan ekonomi yang baik dan berwirausaha. Tetapi kalau kita melihat ditanah papua dengan melakukan kebiasaan kita yaitu mengambil semuanya dari bahan alami itu berarti kita telah menyiasati hidup dan bisa dikaitkan itu pendidikan, pungkas Oce mahasiswa Sanata Dharma.

Memang ada yang mengatakan pendidikan ditanah Papua telah gagal atau orang tua masing-masing yang telah gagal mendidikan anak-anaknya. Mengapa demikian? Karena banyak anak-anak yang datang ke Yogyakarta untuk mengayam pendidikan tetapi sampai disini mereka mengonsumsi miras mengunakan uang yang diberikan oleh orang tua berarti mereka merugikan biaya orang tuanya. Hal itu terjadi juga mereka belum memahami pendidikan itu terlebih dahulu dan yang jelas mereka mengharapkan ijasah dan pulang dapat menunggu PNS dan masuk PNS lalu bekerja.kata Yeri Dogomo Mahasiswa APMD.

Lanjutnya  Guru-guru [paklaawan tanpa jasa] mengalikan profesinya ke menjadi wakil rakyat [DPR], hal itu sudah, sedang, dan akan.  terjadi tanah Papua. Dengan masuknya otonomi daerah dan Pemekaran juga tidak menutup kemungkinan hal itu akan terjadi. Intinya bahwa mereka belum memahami pendidikan itu dengan baik. Walaupun alasan mereka secara skrim yaitu kesejatheraan belum diperhatikan.

Kesimpulan dari kami sebagai mahasiswa papua penerus generasi Papua harus memahami pendidikan, lalu menyikapi seluruh masalah yang sedang terjadi tanah papua di berbagai aspek agar kelak kita bisa menyiasati kehidupan  sebagai bangsa papua yang memunyai harga diri dihadapan orang lain. Harapan kita sekolah bukan untuk menjadi pekerja Indonesia tetapi bisa membebaskan masyarakat Papua dari pelbagai masalah yang terjadi tanah luka Papua.Diskusi Iyoo/ihoo, 12 Maret 2011. [Agus Dogomo]

Source : Majalah Iyoo/Ihoo

Peran Gereja di Erah Globalisasi

Posted by Unknown | | Posted in , ,

Foto Bersama : Stube-HEMAT
Yogyakarta-  Stube-HEMAT mengadakan kegiatan dengan tema besar “ Gereja  di mana? Dan sedang apa? “  Di erah Globalisasi ini. Acara diikuti oleh mahasiswa yang sedang menganyam pendidikan di daerah Istimewa Yogyakarta yang  datang dari berbagai daerah diantaranya: Papua, Ambon, Sulawesi, Jawa, Kalimatan, Sumatera, dan mahasiswa asal Negara Timor Leste. Acara tersebut berlansung selama 3 hari, mulai dari hari Jumat  tanggal 9 - 11 Minggu.
Kegiatan yang diadakan oleh Stube-HEMAT yang memunyai visi bahwa membagun kesadaran manusia, khususnya mahasiswa dan pemuda untuk memahami masalah sekitarnya. Mahasalah social, masalah HAM, dll. Manariknya dalam acara ini bahwa focus membahas  bagaimana peran gereja sebagai persekutuan [kumpulan manusia] yang telah dipanggil untuk  melanjutkan karya Allah. Cara memandang dan mengatasi  masalah  social yang  sedang terjadi sekarang die rah globalisasi ini.
Dalam acara ini mengudang pembicara-pembicara yang membahas masalah Gereja di mana dan sedang Apa?. Pembincara diantaranya, pembicaraan pertama: mengenai “perkenalan Stube-HEMAT” oleh Ariani Narwastujadi, S.Pd.,S.S., kedua “Posisi Gereja dan Peran di Tengah Arus Globalisasi” oleh Pdt. Dr.Jozef M.N. Hehanussa, ketiga; Gereja dan Tanggungjawab Sosial [Keberpihakan Pada Kaum Miskin] oleh Prof.Dr.J.B. Banawiratma. Ke empat; Gereja yang Kontekstual Transpormatif  [Membangun Komunitas  Berbasis yang Kontekstual dan Transformatif], oleh Pdt. Dr. Djoko Prasetyo Wibowo, kelima; Spritualitas Transformatif, oleh Esaol Agustrianto, MA dan, ke enam; FGD oleh Pdt. Mathelda Yeanne Tadu.
Selain melakukan pembicaran diruang seminar para anggota yang terlibat dalam kegiatan stube-hemat tersebut diajak untuk langsung terjun lapangan untuk melakukan Esposure atau sharing ke gereja-gereja dan lembaga Kristen / Katolik. Dalam kegiatan terjun lansung yaitu para anggota langsung untuk melihat gereja sedang melakukan apa di saman sekarang ini?. Ternyata gereja juga tidak tinggal diam dan sedang melakukan beberapa kegiatan, sebagai lembaga atau konstitusi diantanya, mengembangkan Pertanian Organik di Gereja Kriten Jodhog, membantuk Tim persiapan untuk membantuk korban bencana disingkat YAU, membantu Ekonomi masyarakat dan menegahkan masalah kedilan,kebenaran [GEMA Geyajaan] dan di Rumah Sakit CD Betesda melakukan pelayanan terhadap umat yang sakit. Namun sangat disayangkan karena, semua hal yang dilakukan tersebut belum nampak dan belum dikenal oleh  kalangan publik.
Kalangan belum mengetahui karena pihak gereja karena banyak masalah yang dihadapi diantaranya adalah tekanan Birokrasi pemerintah. Personal yang melakukan semua kegiatan ini kurang, berikutnya bahwa pihak gereja pun telah melupakan visi awal dari mendirikan gereja tersebut karena telah terjebak dalam saman yang sedang berkambang, peran umat untuk berpartisipasi kurang, ada pradigma yang berkambang bahwa mau melakukan kristianisasi, selain itu juga peran kaum mudah sebagap generasi penerus kurang untuk melihat masalah yang sedang terjadi disekitar kita. 
Melihat situasi tersebut maka kaum mudah sebagai egen perubahan harus mendorong gereja agar tetap eksis untuk berjalan. Karena mengatasi masalah atas kerjasama komunitas pasti ada jamin untuk mengatasi masalaj sedikit.  Acara ini ditutup dengan tarian adapt Negara Tetanngga Timor Leste dan Doa Penutup yang dipimpin oleh Paulus Mahasiswa Teologi Universitas Duta Wacana [UKDW] Daerah Istimewa Yogyakarta. [Ado.dt] 

Source : Majalah Iyoo/Ihoo

Kebijakan Otsus Papua Benar Gagal di Implemtasikan

Posted by Unknown | Monday, 11 January 2016 | Posted in , , , ,

Foto : Orang Papua Tolak OTSUS


Ditinjau dari Aspek HAM Sebagai Amanat Otsus

Dapat mengukur dan mengatakan bahwa kebijakan  otsus gagal di implemntasikan  itu dilihat semua aspek. Tetapi   dalam tulisan ini, penulis mengukur dan melihat aspek HAM [Hak Asasi Manusia] yang katanya sudah menjadi amanat Otsus telah gagal diimplementasikan di Provinsi Papua.

Perlu di ketahui bahwa dalam Udang-Udang No. 21 Ketentuan Umum Point i. mengatakan  bahwa pemberlakuan kebijakan Otonomi Khusus dimaksud didasarkan pada nilai-nilai dasar yang mencakup perlindungan dan penghargaan terhadap etika dan moral, hak-hak dasar penduduk asli, Hak Asasi Manusia, supremasi hukum, demokrasi, pluralisme, serta persamaan kedudukan, hak, dan kewajiban sebagai warga Negara. Sudah jalas mengatur dalam undang-undang Otonomi Khusus bahwa masalah Hak Asasi Manusia akan di lindungi karena itu sudah menjadi Amat Otonomi Khusus tetapi hal tersebut dinyatakan gagal karena pemerintah telah gagal untuk melindungi masyarakat Papua. Dan gagal dimplemntasikan amanat tersebut  karena aparat yang menjadi pengayom masyarakat saja menjadi pembunuh masyarakat sipil di tanah Papua. Sebagai bukti penulis akan paparkan di paragraph berikut ini adalah  kondisi  yang terjadi dilapangan setelah pemeberian Kebijakan Otonomi Khusus di Papua.

Sejak otonomi khusus digulirkan ditanah Papua telah  terjadi pelanggaran HAM, pada tanggal 10 November 2001 terjadi pembunuhan tokoh adat atau tokoh karismatik yaitu Dortheys Hiyo Eluay. Pembunuhan  ini dilakukan oleh Kopasusus sebagai pengayom masyarakat atau tugas sebagai menjaga tapal batas Negara  atau penjaga territorial. Koronologis pembunuhanya Theys diundang oleh Kopasus untuk menghadiri acara HUT  TNI di markas Kopasus dan pagi ditemukan tokoh karismatik telah tewas dan mengagetkan seluruh rakyat Papua [Sumbe: Buku Dr. Beny Giyai, Pembunuhan Theys  Hiyo Eluway,dan Maitnnya  Ham di Papua, tahun 2001]
Satelah pembunuhan tokoh karismatik di Papua ini maka terjadi banyak pula pelangaran HAM sebagai beriktu Wasior pada tahun 2003  yang menewaskan 4 orang warga sipil, Wamena 2005 yang mengorban 9 orang warga sipil, Kasus pembunuhan di Puncak Jaya 2009, kasus Obano yang menewaskan  5  orang warga sipil, kasus Nabire, Kasus Wagete menewaskan satu anak sekolah, Kasus Dogiyai tahun 2011 yang menewaskan 3 0rang warga sipil, dan pembunuhan kepada 3 masyarakat Papua pasca  kongres III Rakyat Papua  di Jayapura  serta kasus  Panembahkan Timika. Serta beberapa kasus pembunuhan secara diam-diam penulis belum ungkap.

Disusul dengan kasus pembunuhan Jendral  Kelly Kwalik pada tahun 2010 setelah dia diburuh oleh TNI dan Polri  dan gabungan Densus 88 selama ini. Dia dibunuh di Gorong-Gorong Timika, dengan timah panas yang katanya menjadi alat negara pelindung di masyarakat dan alat penjaga territorial. Kalau pemerintah Indonesia pernah bertanya, Mengapa Kellik berjuang? Jawaban Jendral Kelly Kwalik berjuang untuk menegahkan keadilan, kebenaran, di Indonesia dan Papua khususnya Rakyat Papua yang selama ini tidak diperhatikan kesejaterahan Ekoomi, Sosial Budaya dan pilitik yang telah di manipulasi oleh Negara ini.  Sangat disayangkan adalah dia dianggap teroris lalu dibunuh oleh pasukan yang disiapkan untuk membasmi teroris.

Setelah Jand. Kelly Kwalik Gugur berikutnya dikagetkan dengan peristiwa kematian Dr. Agus Alua S.Th, sebagai ketua MRP [Majelis Rakyat Papua], pada tahun 2011, dikantor kerjannya. Dia dibunuh dengan racun  pasca mengeluarkan SK 14 yang dalam isinya mengenai tuntutan atas  penegakan hak-hak dasar sebagai rakyat papua terutama kultur. Karena MRP dibentuk sebagai represntasi kultur budaya Papua. Setelah diajukan itu kepada pemerintah pusat dan Papua di tolak, karena bertentangan dengan kebijakan pusat, lalu jelang beberapa hari Bapak Agus meninggal di racun di Kantornya.

Itulah beberapa kasus yang terjadi setelah Papua digulirkan Kebijakan  Otonomi Khusus dengan tujuan untuk menjamin kesejaterahan masyarakat Papua. Hak asasi manusia [HAM] yang katanya menjadi amanat otsus untuk melindungi orang papua. Dengan melihat kasus yang terjadi tanah papua yang dilakukan oleh TNI  dan Polisi sebagai pengayom atau pelindung masyarakat dan Kasus-kasus tersebut di atas  tidak pernah diusut tuntas.  Karena merekalah yang melakukan dan merekala yang dapat menyelesaikan masalah. Padahal kita mengetahui bahwa Negara ini mengakui sebagai negara hukum, dan mengatakan bahwa semua makluk di depan hukum itu sama.

Dengan berbagai kasus yang terjadi setelah pemberian otsus ditanah Papua  dan terus terjadi hingga sekarang ini maka penulis dapat menyimpulkan bahwa kebijakan otonomi khusus di Papua gagal di implemntasikan di tinjau [dilihat] dari HAM [Hak Asasi Manusia] sebagai amanat otsus yang telah di atur diketentuan umum point I tersebut. 

Harapan dari tulisan ini mahasiswa sebagai agent  perubahan  atau tulang punggung bangsa Papua bisa menulis lebih dari penulis dengan data yang  Valid serta penulisan tajam dan jangan lupa meneliti dibidang lainnya. Agar dapat membongkar kebohongan Negara ini. Tetapi semuanya itu merupakan pilihan. 
Oleh : Agustinus Dogomo

TERPOPULER

"18 TAHUN ALIANSI MAHASISWA PAPUA [AMP]"

Mengabdi Pada Gerakan Pembebasan Nasional Papua 27 Juli 1998 – 27 Juli 2016.

Saya, ALFRIDUS DUMUPA selaku admin blog UGAI PIYAUTO mengucapkan:
"Selamat Hari Ulang Tahun AMP Yang Ke - 18 ".

×