Headlines

Topilus B Tebai, Jingga Kamboja dan Aleks Giyai Meluncurkan Buku, Ini Fotonya

Posted by Unknown | Tuesday, 11 April 2017 | Posted in , ,


Peluncuran buku ini juga dilakukan sekaligus diskusi Sastra Papua, diantaranya: Tetesan Embun Inspirasi Dari Papua karya Aleks Giyai, Aku Peluru Ketujuh karya Bastian Tebai, dan Kasnina Fananim karya Jingga Kamboja.

#CoverBUKU - Warisan Budaya Suku Mee: Daa dan Diyo Dou

Posted by Unknown | Wednesday, 30 November 2016 | Posted in ,

#CoverBUKU - Warisan Budaya Suku Mee: Daa dan Diyo Dou

Mengenang Kembali Buku ”Kontroversi Dogiyai: Pro dan Kontra Pemekaran Kabupaten Dogiyai dalam Fenomena Politik dan Ekonomi Global, Indonesia, dan Papua Barat”

Posted by Unknown | Sunday, 6 November 2016 | Posted in ,

Cover Buku "Kontrover Dogiyai"
Catatan

Setelah mengikuti proses perkembangan Kabupaten Dogiyai sejak pembentukannya hingga sekarang (2008-2015) dengan segala dinamikanya, saya teringat dengan sejumlah gagasan, analisa, dan prediksi yang pernah saya tulis mengenai proses pembentukan kabupaten tersebut dan keberadaannya kedepan, dalam buku berjudul ”Kontroversi Dogiyai: Pro dan Kontra Pemekaran Kabupaten Dogiyai dalam Fenomena Politik dan Ekonomi Global, Indonesia dan Papua Barat.” Ini merupakan buku pertama mengenai ”Kabupaten Dogiyai” yang terbit sebelum pembentukan kabupaten tersebut dan saya adalah penulis pertamanya.

Sejumlah gagasan, analisa, dan prediksi saya mengenai ”Kabupaten Dogiyai” yang saya tulis saat itu dalam buku tersebut rupanya sedang terbukti. Tentu saja, saya tidak ingin mengulas kembali kesemuanya itu. Dan untuk sekedar mengenang kembali, berikut saya hanya menyajikan kata pengantar buku tersebut.

***

Pengantar Penulis

”Kalau saya mati, saya pasti masuk sorga. Tetapi kalau saya lihat orang Indonesia di sana biar satu orang saja, saya akan lari tinggalkan sorga. Kalau malaikat Tuhan tanya saya mengapa lari, nanti saya jawab, ah saya takut orang Indonesia menjajah kami orang Papua di sorga juga.” (Theys Hiyo Eluay, Ketua Presidium Dewan Papua).

“Enyahkan kami, agar kalian bisa mengambil dan menguasai semua yang kami miliki: tanah kami, gunung kami dan setiap penggal sumber daya kami. Pegang parang ini, ambil dan bunuh saya, sebab saya sudah tidak tahan lagi melihat masalah-masalah yang  menyakitkan ini.” (Tuarek Narkime, Kepala Suku Amungme).

Dua pernyataan yang dikemukakan oleh kedua pemimpin rakyat Papua Barat di atas ini menggambarkan dua bentuk penjajahan yang menimpa rakyat Papua Barat. Pernyataan Theys mewakili aksi Neo-kolonialisme Negara Indonesia, sementara pernyataan Tuarek mewakili aksi Neo-liberalisme Negara-negara Kapitalis. Yang jelas, Neo-kolonialisme Negara Indonesia dan Neo-liberalisme Negara-negara Kapitalis sama-sama menjajah rakyat Papua Barat. Theys maupun Tuarek sebagai pemimpin rakyat Papua Barat sangat menyadari bahwa dirinya dan rakyatnya benar-benar terjajah oleh kedua bentuk penjajahan tersebut. Mereka juga sadar bahwa dalam aksinya, kedua bentuk penjajahan tersebut diperkuat oleh militer.

Pendidikan politik lewat pengalaman hidup rakyat Papua Barat telah mengajarkan dan menyadarkan mereka untuk mengenal musuh mereka, yaitu pihak yang telah, sedang dan akan terus mejajah. Mereka dengan jelas – sebagaimana tergambar dalam pernyataan Theys dan Tuarek – memetahkan pihak-pihak yang menjajah mereka. Telah terbangun pemahaman bersama bahwa yang telah, sedang dan akan menjajah Papua Barat adalah Negara Indonesia dan Negara-negara Kapitalis, yang didukung dengan kekuatan militer. 

Negara Indonesia mempunyai kepentingan ”integrasi bangsa” atas wilayah Papua Barat. Sedangkan Negara-negara Kapitalis mempunyai kepentingan ”cari makan” atas wilayah Papua Barat. Dan keduanya diperkuat oleh militer sebagai ”penjaga integrasi” dan – meminjam istilah Richard Robison – ”anjing penjaga lalulintas modal”.

Pemekaran Kabupaten Dogiyai, baik pewacanaan hingga perjuangan realisasi yang berujung dan pro dan kontra pun tidak lepas dari fenomena politik dan ekonomi. Fenomena tersebut semakin menarik untuk dikaji, apalagi jika hal itu terjadi di wilayah Papua Barat. Soalnya, wilayah ini boleh dikatakan sebuah sebuah ”lahan pertarungan” berbagai kepentingan. Di satu sisi orang Melanesia di wilayah ini ”susah-payah” mempertahankan tanah seluhur dan hidupnya, sementara di sisi lain para ”penjajah” merajalela di atas tanah dan di tengah orang Melanesia tersebut. Hal itu menyebabkan rakyat Papua Barat terus berjuang untuk merdeka dari penjajahan Negara Neo-kolonialis Indonesia dan Kapitalis Internasional. 
Selain karena takut dengan adanya kepentingan politik dan ekonomo Negara Indonesia dan Kapitalis Internasional, buku dengan gaya bahasa subyektif ini saya tulis karena muak dengan beberapa alasan, yaitu; adanya kepentingan politik dan ekonomi para elit politik lokal Indonesia (elit politik asal Lembah Kamuu dan Pegunungan Mapiha/Mapisa), adanya sikap dan tindakan yang busuk (amoral) dari Tim Sukses Pemekaran Kabupaten Dogiyai, adanya sikap dan tindakan kelompok kontra Pemekaran Kabupaten Dogiyai yang cenderung hanyut dalam ”angin politik”, adanya tuduhan menerima Pemekaran Kabupaten Dogiyai oleh kelompok kontra Pemekaran Kabupaten Dogiyai di tanah Jawa kepada diri saya (yang ditandai dengan tuduhan menerima ”uang sogok” dari kelompok pro Pemekaran Kabupaten Dogiyai), dan adanya caci-maki dan pengkhianatan secara ”kekeluargaan” terhadap diri saya karena masalah Pemekaran Kabupaten Dogiyai.

Semua pihak inilah yang saya gugat dalam buku ini, yang boleh dikatakan sebagai sebuah buku pembelaan terhadap diri saya secara prbadi, keluarga, kelompok (sebagai bagian orang Lembah Kamuu dan Pegunungan Mapiha/Mapisa), warga bangsa Papua Barat, sebagai orang yang berkewarga-negaraan Indonesia, dan sebagai bagian dari manusia semesta. Saya menempatkan posisi saya dalam kedudukan seperi itu, karena kedudukan itu sebuah kenyataan yang tidak dapat saya sangkal dengan cara apapun. 

Karena itu, saya berharap mereka yang saya ”tembak” dalam buku ini, baik yang saya sebutkan namanya secara terus-terang, disebutkan secara kelompok, atau sebagai bangsa dan/atau negara, disinggung secara ideologi, atau dengan cara apa saja agar dapat menerima buku ini dengan rasional. Saya yakin, pasti banyak pihak yang tidak akan menerima isi buku ini, dan bahkan akan merasa nama baiknya dicemarkan, tetapi bagi saya itu tidak penting. Karena yang penting adalah menjaga nama baik mereka yang terjajah secara ekonomi dan politik, mereka yang hidup dan masa depannya dimusnahkan, dan mereka yang tak berdaya di atas tanah airnya sendiri karena kehilangan kemerdekaan (pribadi dan kebangsan). Dalam situasi demikian, saya berada di pihak mereka yang ”terjajah” ini, karena kanyataannya memang demikian”.
Dengan modal dan kekuatan suara hati nurani saya yang selalu berbisik bahwa ”penjajahan harus dihapuskan” dan ”orang terjajah harus dibela”, maka saya merasa berani untuk menulis uku ini, bahkan saya berhasil menyelesaikan penulisannya dalam waktu tiga hari. Kalau memang saya harus mempertanggungjawabkan isi buku ini, entah dengan cara digugat ke pengadilan, dicaci-maki, dimusuhi, dicap sebagai ”separatis” atau ”anti-pembangunan” atau cap apa saja, diteror dan diintimidasi, bahkan sampai harus dibunuh, saya sudah siap untuk menerimanya. Ini resiko dari berkata dan berbuat tentang ”kebenaran” yang mutlak, yaitu keberan yang berasal dari Sang Pencipta.

Ingin saya tegaskan bahwa, buku ini saya tulis bukan untuk mendukung atau menolak Pemekaran Kabupaten Dogiyai, bukan pula untuk memaksa orang untuk menerima atau menolaknya. Bagi saya, menerima atau menolak pemekaran tersebut adalah urusan rakyat sesuai dengan hati nuraninya, karena kedaulatan ada di tengan mereka. Buku ini juga saya tulis tanpa mewakili siapa-siapa; entah keluarga, kelompok pro dan kelompok kontra Pemekaran Kabupaten Dogiyai, atau yang lainnya, tetapi karena merasa mempunyai tanggungjawab secara pribadi sebagai manusia yang ingin merdeka (secara pribadi maupun bangsa).

Akhirnya, saya siap menerima semua bentuk kritik dan saran atas penulisan buku ini. Bagi saya kiritik dan saran adalah bagian dari ”bunga-bunga” demokrasi yang sesungguhnya, yaitu saling mendengarkan dan memahami dengan tulus, kemudian melaksanakan berdasarkan nilai kebenaran, keadilan dan kejujuran yang sesungguhnya pula. 

Koya ebatiyake ikikeda gai.

Lereng Gunung Merapi, 7 Februari 2008

(Dumupa Odiyaipai)

Sinopsis Buku : Kumpulan Cerita Rakyat Etnik Mee Papua

Posted by Unknown | Thursday, 1 September 2016 | Posted in ,

Sinopsi :

Buku ini menjadi sebuah dokumentasi yang sangat berharga bagi generasi muda Papua sekarang, khususnya Suku Mee, agar mereka selalu menghidupi nilai-nilai positif yang juga dihidupi oleh masyarakat pendahulunya, terutama dalam arus zaman yang semakin global seperti sekarang ini. Cerita-cerita yang ada dalam buku ini dikemas dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, dan juga dengan penokohan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Papua, khususnya Suku Mee. Setiap cerita rakyat masyarakat Papua terselip nilai-nilai mitos, religius, ekologis, dan kosmologis yang unik sekaligus menarik. 

Nilai-nilai tersebut hendak didokumentasikan secara tertulis dalam sebuah kumpulan cerita rakyat Papua, khususnya Suku Mee, dalam setiap alurnya, nilai yang terkandung di dalamnya, dan amanat cerita yang terangkum di setiap akhir cerita. Dan, buku ini menjadi sangat penting dalam fungsinya untuk memelihara budaya lokal agar nilai-nilai positif yang terkandung dalam cerita rakyat tidak hilang begitu saja digerus oleh modernisme zaman.

Detail Buku :
Judul: Kumpulan Cerita Rakyat Etnik Mee Papua
Seri:
ISBN: 978-602-70424-3-8
Pengarang: Manfred Chrisantus Mote, S.Fil., dkk.
Terbit: 2015
Halaman: 88
Dimensi (mm): 148x210


Sinopsis Buku : Kumpulan Cerita Rakyat Etnik Mee Papua

Sinopsis Buku : Kamus Praktis Bahasa Mee – Indonesia

Posted by Unknown | | Posted in ,

Sinopsis

Bahasa Mee sebagai salah satu identitas Suku Mee (Papua), merupakan salah satu kebanggaan Suku Mee. Penulis sebagai pemilik, pengguna dan pencinta Bahasa Mee, berkeinginan untuk menulis kembali bahasanya sebagai langkah antisipasi sebelum bahaya kepunahan tiba. “Kamus Praktis Bahasa Mee – Indonesia” ini bagi Suku Mee disusun dengan bekal “sebagai pemilik dan penutur Bahasa Mee”. Contoh-contoh kalimat dalam “Kamus Praktis Bahasa Mee – Indonesia” sebagai pendukung pemahaman makna kata sedapat mungkin dipilih yang ringkas namun lengkap dan jelas serta sedapat mungkin sesuai dengan kehidupan sehari-hari Suku Mee. 

Tulisannya mengikuti pengucapan sehari-hari menurut lidah orang Mee, sehingga penggunaan huruf hidup ganda (aa, ee, ii, oo, dan uu) jangan dibaca a-a; e-e; i-i; o-o; atau u-u. Huruf dobel (ganda) hanya untuk membantu mempermudah intonasi dalam berbicara atau membaca tulisan dan membedakan arti kata. Sebab dalam Bahasa Mee terdapat banyak kata yang sama tetapi beda artinya. Untuk mempermudah dan membantu pembaca pemula kamus ini menyajikan kata dasar, kata jadian, dan kata yang berbeda arti disertai contoh penggunaannya dalam kalimat.

Detail Buku :

Judul: Kamus Praktis Bahasa Mee – Indonesia
Seri:
ISBN: 978-602-70424-4-5
Pengarang: Hubertus Takimai
Terbit: 2015
Halaman: 396
Dimensi (mm): 148x210

Sinopsis Buku : Kamus Praktis Bahasa Mee – Indonesia

Cover Buku : Berburu Keadilan di Papua

Posted by Unknown | Sunday, 14 August 2016 | Posted in ,

Cover Buku : Berburu Keadilan di Papua

Novel Baru "Vitalis Goo" Akan Terbit, Ini Covernya!

Posted by Unknown | Thursday, 4 August 2016 | Posted in , ,

Cover Novel Baru "Anugerah Alam Keriting" (Vitalis Goo)

Kitong Ada Jual Majalah GAI, Ko Beli Sudah!

Posted by Unknown | Wednesday, 30 March 2016 | Posted in ,


MAJALAH GAI
siapa saja yang berminat untuk membeli, bisa langsung menghubungi kami, stok/barang masih banyak. Terima kasih.

Kontak person sudah tertera dibawah. Bagi yang diwilayah Jogja (dalam kota), kami siap antar dan yang diluar kota untuk pembeliannya dikenakan biaya pengiriman + pembelian diatas 10 orang.

Terima kasih, salam.

Buku Puisi - Memori Luka Batin (Kisah yang Terputar Kembali)

Posted by Unknown | Friday, 21 August 2015 | Posted in

Cover - Memori Luka Batin Kisah yang Terputar Kembali
Memori Luka Batin
Kisah yang Terputar Kembali 
Judul:
Memori Luka Batin: Kisah yang Terputar Kembali

Penyair: 
Honaratus Pigai

Penerbit:
Pilar Media

Tahun Terbit:
2012


Buku ini adalah sebuah buku kumpalan puisi. Kumpulan puisi yang menyairkan tentang kenangan-kenangan masa lampau. Dimana orang Papua mengalami penderitaan yang terus berkepanjangan bagai piringan kaset yang terus berputar tiada henti. 

Source : KAJP | News

Buku Sinar Harapan - Kumpulan Puisi Seputar Harapan

Posted by Unknown | | Posted in

Cover - Sinar Harapan

Sinar Harapan
Kumpulan Puisi Seputar Harapan

Judul:
Sinar Harapan: Kumpulan Puisi Seputar Harapan

Penulis:
Vitalis Goo
Honaratus Pigai
Markus Auwe
Selpius Goo
 
Penerbit:
Pilar Media

Tahun Terbit:
2012

Buku ini berisi kumpulan puisi seputar harapan hidupnya hidup dari kejamnya dunia ini. Dimana manusia diharuskan memilah dan mimilih hidup demi mempertahankan hidup.
 
Source : KAJP | News

Cover Buku - Anomali Negara (Kawin Paksa) Burung Garuda dengan Cenderawasih

Posted by Unknown | Wednesday, 19 August 2015 | Posted in , ,

Cover Buku - Anomali Negara (Kawin Paksa) Burung Garuda dengan Cenderawasih
Buku Anomali Negara (Kawin Paksa) Burung Garuda dengan Cenderawasih
Pengarang :
1. Mikael Tekege
2. Efrem Ery Gius
3. Evan Lahur

Harga : -

Bagi yang miliki buku ini, hubungi saudara Mikael Tekege

Cover Buku - Kamus Praktis Bahasa Mee - Indonesia

Posted by Unknown | | Posted in , ,

Cover Buku - Kamus Praktis Bahasa Mee-Indonesia
Kamus Praktis Bahasa Mee-Indonesia
Pengarang : Hubertus Takimai
Harga Buku : 100.000,00,-

Bagi yang berminat miliki kamus ini, hubungi saudara Andreas Takimai

Cover Buku Puisi - Dibalik Jeruji Besi

Posted by Unknown | Monday, 17 August 2015 | Posted in , ,

Cover Buku Puisi - Dibalik Jeruji Besi
Cover Design : Alfridus Dumupa

Dumupa Odiyaipai : Telah Terbit Buku Saya Yang Kedelapan “Membangun Meeuwodide”

Posted by Unknown | Sunday, 5 April 2015 | Posted in , , , , ,

Cover Buku : Membangun Meeuwodide
Judul: MEMBANGUN MEEUWODIDE
Mengevaluasi dan Menata Pelayanan Pemerintahan dan Pembangunan Masyarakat di Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, dan Kabupaten Deiyai.
Penerbit: Kendil Semesta & Odiyai Wuu Press.
Tebal: x +94 halaman.
Ukuran: 12 x 19.
Penulis: Yakobus Odiyaipai Dumupa.
Pengantar Penulis:
Sungguh selayaknya pertama-tama saya memuji Allah dan mengucap syukur kepada-Nya, karena atas kehendak-Nya saya lahir, hidup, berpikir, menulis dan menerbitkan buku ini. Semuanya ini anugerah Allah yang tak terhingga bagi saya.
Isi buku ini awalnya merupakan materi diskusi dalam kegiatan Perayaan Natal, Seminar, dan Tahun Baru, yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, dan Kabupaten Deiyai (IPMANAPANDODE), di Semarang, Jawa Tengah. Setelah saya menyampaikan materinya pada tanggal 30 Desember 2014, ketika dalam perjalanan pulang ke Jayapura menumpangi pesawat Garuda Airways pada malam tahun baru, saya memutuskan untuk mengola materi diskusi tersebut menjadi sebuah buku.
Keputusan ini saya ambil karena empat alasan. Pertama, perlu dilakukan evaluasi terhadap pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, dan Kabupaten Deiyai, dan perlu merumuskan gagasan yang bijaksana (baik dan benar) mengenai pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat kedepan. Kedua, adanya kerinduan dari kalangan pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, dan Kabupaten Deiyai sebagai kelompok intelektual untuk menata kembali pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di keempat kabupaten tersebut. Ketiga, hendak menjadikan materi ini sebagai bahan pendidikan politik dan bahan diskusi bagi pemerintah dan rakyat di Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, dan Kabupaten Deiyai guna menata kembali pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat yang lebih baik. Keempat, sebagai seorang warga Meeuwodide, sebagai seorang yang berpendidikan, dan sebagai anggota Majelis Rakyat Papua utusan Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, dan Kabupaten Deiyai, saya hendak menyumbangkan gagasan berkaitan dengan pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat bagi keempat kabupaten tersebut, sekaligus bagi Papua. 
Isi buku ini membahas dan/atau memberikan gambaran umum berkaitan dengan pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, dan Kabupaten Deiyai (Meeuwodide) berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya secara kasat mata. Sebagai sebuah gambaran umum, maka isi buku ini merupakan sebuah pengantar untuk dijadikan sebagai gagasan atau referensi awal dalam mendiskusikan dan/atau merumuskan (1) sejauh mana pelaksanaan pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat, (2) bagaimana sebaiknya pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat kedepan, dan (3) gagasan Pembangunan Berbasis Kesukuan/Kewilayahan sebagai sebuah model pembangunan alternatif.
Akhirnya, saya percaya bahwa hanya dengan gagasan yang bijaksana (baik dan benar), kehidupan yang baik dan benar dapat diwujudkan di dunia maupun di akhirat. Semoga ini adalah awal untuk kebaikan dan kebenaran itu.
Ide umina. Ugatame iniima enaimo.
Yakobus Odiyaipai Dumupa
Catatan:
  1. Buku ini telah terbit sebanyak 1000 examplar dan akan diterbitkan sebanyak 1000 examplar pada terbitan keduanya pada bulan Juni awal 2015 nanti.

  2. Buku ini akan saya bagikan secara gratis kepada pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Deiyai, dan Kabupaten Dogiyai.

  3. Sejumlah buku akan saya berikan kepada pelajar dan mahasiswa Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, dan Kabupaten Deiyai (IPMANAPANDODE) di Jawa dan Bali karena gagasan buku ini lahir atas undangan untuk memberikan materi dalam Seminar, Natal, dan Tahun Baru 2015 lalu.
Source : Odiyai Wuu.com

Cover Buku, Ingurah Suryawan "Jiwa Yang Patah"

Posted by Unknown | Wednesday, 4 March 2015 | Posted in , ,

Cover Buku, Ingurah Suryawan "Jiwa Yang Patah" 

Cover Buku : Papua Road Map

Posted by Unknown | Sunday, 4 January 2015 | Posted in ,

Cover Buku : Papua Road Map

Cover Buku : Demokrasi Kesukuan

Posted by Unknown | | Posted in ,

Cover Buku : Demokrasi Kesukuan

Cover Buku - Sejarah Gereja katolik di Lembah Baliem (Papua)

Posted by Unknown | Wednesday, 24 December 2014 | Posted in , ,

Cover Buku - Sejarah Gereja katolik di Lembah Baliem (Papua)

Cover Buku - Angkat Pena demi Dialog Papua

Posted by Unknown | | Posted in , ,

Cover Buku - Angkat Pena demi Dialog Papua

Cover Buku - Sejarah Geraja Nduga

Posted by Unknown | | Posted in , ,

Cover Buku - Sejarah Geraja Nduga

TERPOPULER

"18 TAHUN ALIANSI MAHASISWA PAPUA [AMP]"

Mengabdi Pada Gerakan Pembebasan Nasional Papua 27 Juli 1998 – 27 Juli 2016.

Saya, ALFRIDUS DUMUPA selaku admin blog UGAI PIYAUTO mengucapkan:
"Selamat Hari Ulang Tahun AMP Yang Ke - 18 ".

×