Headlines
Published On:Monday, 29 February 2016
Posted by Ugai Piyauto

Kiri Kita

Ilustrasi (dok : Google)
Satu alasan menarik ketika membaca pesan Ketua Umum KNPB, Victor Yeimo mengenai emosi perlawanan adalah, perjuangan kita adalah perjuangan menghargai identitas kita dan identitas orang lain. Ulasan singkat secara rinci dan menyentuh ketika memahaminya secara seksama.

Dalam perjuangan bangsa West Papua, tentu kita tidak bisa dilepaskan dari dilemma kemelaratan kerja imperialis Indonesia dalam bentuk apa pun. Dan itu kerja imperialis dan kolonialis melalui pendidikan dan birokrasi secara nyata dan tersistematis. Musuh kita bangsa West Papua yang perlu menjadi sorotan buat kita Bangsa West Papua saat ini adalah aktor dan sistem Indonesia dalam dilemma kerja mereka. Kita tidak musuhi siapa-siapa.

Kapra kiri kita dalam perjuangan bukan kiri slogan biasa. Ketika tengok dalam kemelaratan sistem Indonesia, kita belum menyeluruh memanusiakan manusia Papua melalui dalil nasionalisme. Ketika tekanan radikal tertanam pun situasional yang mengarahkan kita hingga kehilangan identitas.

Ketika Lenin membuktikan teori Karl Marx menjadi sebuah gerakan besar Revolusi Sosialis sebagai bentuk organisasi Komunis Internasional, gerakan rakyat buruh menjadi rujukan utama, bagaimana sama rasa, sama sudah dibuktikan dalam perjuangan komunis di Rusia. Kompleksnya persoalan di West Papua melalui jejak-jejak kolonialis dan imperialis Indonesia sudah mengarahkan kita pada suatu tahapan benturan peradaban besar.

Benturan peradaban besar yang mengakibatkan kemelaratan kemanusiaan dengan jejak peradaban antara kapitalisdan komunal primitif saat ini diterima bersih oleh kita. Rangsangan kita ketika dipaksakan untuk maju sama seperti mereka pun mengakibatkan kehancuran, lebihnya pada kita yang tiba-tiba atau tidak sadar sudah mengenal adanya teknologi baru saat ini.

Kiri kita saat ini adalah kiri bagaimana menjunjung dan melawan aktor sistem saat ini di West Papua. Kiri kita bukan cuma sekedar mengharapkan adanya bantuan dari kinerja para pejuang birokrasi politik praktis. Kiri kita adalah perjuangan pada dalil murni rakyat harus merasakan kemerdekaan itu.

Kemerdekaan yang sudah diperjuangan pada 01 Desember 1961, kemerdekaan kita adalah kemerdekaan yang murni bagaimana rakyat harus merasakan hidup dahulu yang makmur dan abadi, kiri kita adalah kiri kembalinya budaya dan identitas murni bangsa West Papua, kiri kita adalah filosofi hidup manusia West Papua.

Menghayati dan memahami kerja imperialis, kolonialis, kapitalis, dan militeris pun mengarahkan kita pada titik dimana kerja rakyat merasakan adanya kemerdekaan yang hakiki itu terwujud. Kenyataan membuktikan kita jauh dari kerja itu, dan memilih jalanlain dari adanya radikalisme identitas yang hingga pada terjurumusnya situasional.

Menuju jalan pembebasan adalah jalan dimana kita menghayati dan mempraktikan semua kerja kita ketika kita terarah pada pembebasan manusia yang terlepas dari belenggu kolonialis, kapitalis, militeris dan kolonialis sistem yang diterapkan bagai pagar besi lembaga kemanusiaa yang ada. Jalan pembebasan kiri kita mengarahkan kita pada kinerja yang sesungguhnya, dimana hidup itu menjadi rill dan terlepas dari tekanan system.

Oleh  : Mikael Kudiai

#TulisanLepasRefleksi

nanomag

Saya adalah Peziarah Kehidupan yang berkelana di Ilalang Kebebasan, demi mencari kehidupan yang menghidupkan untuk mengusik Duka Nestapa di Negeri Hitamku.

.

bagikan kontent ini!

Diposting Oleh : Ugai Piyauto - Kolom

Komentar Anda :

TERPOPULER

SAHABAT

"18 TAHUN ALIANSI MAHASISWA PAPUA [AMP]"

Mengabdi Pada Gerakan Pembebasan Nasional Papua 27 Juli 1998 – 27 Juli 2016.

Saya, ALFRIDUS DUMUPA selaku admin blog UGAI PIYAUTO mengucapkan:
"Selamat Hari Ulang Tahun AMP Yang Ke - 18 ".

×