Headlines
Published On:Friday, 24 February 2017
Posted by Ugai Piyauto

Puisi - Kenangan Stasiun Kota Bogor

Malam itu hujan lebat di stasiun kota bogor.
Aku basah kuyup dan kedinginan.
Kau jemput aku dengan penuh cinta.
Saat itulah cinta ini mangalir deras dalam nadiku.

Mobil hitam itu mengantar kita pulang.
Kita duduk di bangku paling belakang sambil cium cumbu.
Aku kedinginan saat itu, namun kau balut aku dengan hangatnya kasih sayang.
Kita menikmati asyiknya malam itu.

Pertemuan itu cukup singkat, membuat saya rindu pada kenangan itu.
Namun sayang, kau harus pergi.
Pergi karena sudah ada jejak kau ukir sebelum aku datang.
Kau tak sadar, bahwa sebetulnnya aku datang membawa harapan.
Harapan yang kupedam sebelum kita bertemu.

Kau sudah tak disini.
Aku sudah kubur semua harapan.
Aku sudah buang jauh kedalam lubang kenangan yang paling dalam.
Karena kau tak akan kembali.

Karya : Alfridus Dumupa [Lembah Keheningan, 25/02/2017]


Puisi - Kenangan Stasiun Kota Bogor
 

nanomag

Saya adalah Peziarah Kehidupan yang berkelana di Ilalang Kebebasan, demi mencari kehidupan yang menghidupkan untuk mengusik Duka Nestapa di Negeri Hitamku.

.

bagikan kontent ini!

Diposting Oleh : Ugai Piyauto - Kolom

Komentar Anda :

TERPOPULER

SAHABAT

"18 TAHUN ALIANSI MAHASISWA PAPUA [AMP]"

Mengabdi Pada Gerakan Pembebasan Nasional Papua 27 Juli 1998 – 27 Juli 2016.

Saya, ALFRIDUS DUMUPA selaku admin blog UGAI PIYAUTO mengucapkan:
"Selamat Hari Ulang Tahun AMP Yang Ke - 18 ".

×