Headlines
Published On:Tuesday, 6 December 2016
Posted by Ugai Piyauto

Terima Kasih Tuhan, Sa Pu Perawan Su Hilang

Terima Kasih Tuhan, Sa Pu Perawan Su Hilang

Semua ini sa dapat cerita dari sa pu kawan yang selama ini kitong bersama. Dia cerita begini; kawan sa minta maaf ee.. sebelumnya, karna sa mo jujur kalo sa pu keadaan saat ini. Entah karena apa kadang sa merasa kurang percaya saja dengan sa pu keadaan, hanya paitua diatas (Tuhan) saja yang tahu. 

Trus saya kaget dengar itu, lalu sa tanya kenapa kawan?

Lalu dia bilang dengan jujur, sa kasih tahu begini bukan bermaksud apa-apa tetapi ini hanya kisah yang sa alami waktu kecil, sa juga kasih tahu ko karena memang ko ini sa pu kawan yang selama ini kitong dua bersama, sa su anggap ko sebagai sa pu sodara kandung. Sehingga ini juga demi kebaikan agar ko juga memahami sa pu keadaan yang sebenarnya, supaya kedepan diantara kitong dua saling mengetahui siapa kitong dua yang sebenarnya tanpa memandang kekurangan tertentu. 

Sa jujur kawan, sa minta maaf ee! 

Awalnya sa juga tra pernah ingin kalo hal ini terjadi pada sa, tapi akirnya terjadi juga ini yang sa menyesali saat ini tetapi sa bersyukur juga karena paitua dia (Tuhan) memberikan sa kesempatan hidup yang sama seperti ko, sehingga kitong dua bisa ketemu dan bisa jalani hubungan  sebagai kawan yang kitong jaga ini. Terima kasih kawan karena ko su bersedia untuk dengar sa pu kisah ini. 

Dan sekarang sa ingin cerita apa yang sebenarnya terjadi pada sa pu hidup, jadi begini ceritanya; Sa pu bapa pernah bilang sa kalo dulu waktu sa masih pucuk (kecil) pernah jatuh dari sepeda yang dirumah, menurut sa pu bapa waktu itu sa main sepeda baru sa jatuh dan pingsan setelah terjadi begitu. trus sa bapa bawah sa ke rumah sakit dan dari rumah sakit dokter bilang kalau sa terluka dan terjadi pendarahan yang hebat pada sa pu alat kelamin.  

Menurut dokter katanya sa pu keadaan akan membaik tapi hanya satu hal yang tra bisa di sembuhkan, trus sa bapa kaget dengar itu dan tanya kepada dokter dia. Dok' maksud dokter yang tra bisa sembuhkan itu apa? Dokter bilang kalo ko pu anak ini baik-baik saja hanya de pu mahkota (keperawanan) yang memang paitua diatas (Tuhan) kasih untuk dia itu sudah tidak ada lagi (tidak bisa dikembalikan) kareba itu anugrah Tuhan. Lalu sa pu bapa tarik nafas dalam-dalam dan ucapkan rasa terima kasih kepada dokter dia yang katanya waktu itu menolong dan mengobati sa dari kecelakaan itu.  

Stelah  sa dengarkan peristiwa kecelakaan yang bapa dia cerita itu, bapa dia bilang sa begini; ko harus bersyukur karena paitua (Tuhan) sudah berikan ko kesempatan untuk hidup walaupun waktu itu bapa sempat panik karena deng ko pu keadaan. Stelah mendengar cerita dari bapa, sa masuk kedalam sa pu kamar baru sa berdoa untuk ucapkan sa pu rasa syukur kepada paitua diatas (Tuhan). Pokoknya sa bilang "Tete Manis" (Tuhan) terima kasih kepadamu di sorga, karena sumua sudah terjadi sesuai kehendakmu. 

Jadi begitu kawan, sa pu perawan memang su hilang karena kecelakaan yang menimpah pada sa pu diri waktu sa masih kecil. 

Cerita ini adalah sebuah kisah nyata dari seorang sahabat (kawan) perempuan yang tak mau disebut namanya. Dia bercerita kepada saya pada tahun 2009, saat saya masih mengenyam pendidikan di bangku SMA di kota jayapura, Papua. 
  
Pesannya adalah; Apapun yang terjadi diri kita entah cacat atau tidak, tetap kita bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. Semua ini terjadi sesuai kehendak-Nya. Amin 

nanomag

Saya adalah Peziarah Kehidupan yang berkelana di Ilalang Kebebasan, demi mencari kehidupan yang menghidupkan untuk mengusik Duka Nestapa di Negeri Hitamku.

.

bagikan kontent ini!

Diposting Oleh : Ugai Piyauto - Kolom ,

Komentar Anda :

TERPOPULER

SAHABAT

"18 TAHUN ALIANSI MAHASISWA PAPUA [AMP]"

Mengabdi Pada Gerakan Pembebasan Nasional Papua 27 Juli 1998 – 27 Juli 2016.

Saya, ALFRIDUS DUMUPA selaku admin blog UGAI PIYAUTO mengucapkan:
"Selamat Hari Ulang Tahun AMP Yang Ke - 18 ".

×